Suatu Strategi Berkesinambungan dalam Upaya Perbaikan Gizi
Di Kecamatan Teluk Dalam dan Lagundri
Mengapa ?
Hasil survey Kesehatan Ibu dan Anak di wilayah kecamatan Teluk Dalam dan Lagundri pada tahun 2007 yang dilakukan oleh SEAMEO-TROPMED–UI menunjukkan angka prevalensi Balita gizi kurang dan buruk berdasarkan berat badan per umur sebesar 32,2%. Sementara hasil skrining pada bulan Agustus 2008 diwilayah Program Kesehatan Berbasis Masyarakat (PKBM) yang dilakukan oleh staf SurfAid dan kader Posyandu bahkan lebih tinggi yaitu mencapai sebesar 37% dari 1.113 anak balita. Solusi terhadap tingginya angka prevalensi tersebut membutuhkan suatu strategi yang tepat, cepat dan berkesinambungan dalam upaya mengurangi angka kekurangan gizi. Pendekatan PD (Positive Deviance)-Pos Gizi diyakini oleh berbagai lembaga yang pernah melaksanakan Pos Gizi merupakan salah satu strategi yang efektif dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak di waktu yang akan datang.
Keberhasilan pelaksanaan Pos Gizi dengan pendekatan ini sangat ditentukan oleh komitmen dan keterlibatan penuh semua pihak terutama Dinas Kesehatan, Puskesmas, pemerintah kecamatan, desa dan masyarakat. Atas dasar itu maka pada tanggal 7 November 2008, telah diselenggarakan suatu lokakarya perencanaan penerapan “Pos Gizi” di kecamatan Teluk Dalam dan Lagundri untuk membangun komitmen bersama bagi penyelenggaraan Pos Gizi.
Bagaimana Pelaksanaan Lokakarya?
Lokakarya ini dikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari Kepala Dinas Kesehatan Teluk Dalam, 4 orang Camat, 2 Ka Puskesmas, para staf Puskesmas, para Bidan Desa, para Kepala Desa dan aparat desa lainnya, dan staf SurfAid. Lokakarya ini dilaksanakan dalam bentuk panel diskusi dengan panelis sbb:
- Kepala Puskesmas Teluk Dalam (Adifiat Sarumaha) dan Lagundri (diwakili oleh Sumardin) masing-masing menyampaikan pencapaian program revitalisasi posyandu, tantangan dan alternatif solusi.
- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Dalam (Rachmat Alyakin Dachi) menyampaikan rencana strategis pembangunan kesehatan kab. Teluk Dalam.
- Program Manager SurfAid (Declan Herne) menyampaikan Program Kesehatan Berbasis Masyarakat -Nias
- Manager Program Gizi – SurfAid (Sam Nuhamara) menyampaikan PD Pos Gizi suatu strategi efektif dalam pengurangan angka kekurangan gizi pada balita
Setelah semua panelis menyampaikan presentasinya dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi kelompok. Dua kelompok membahas peran dan tanggung jawab masing-masing pihak dan 2 kelompok membahas rencana tindak lanjut setelah lokakarya selesai.
Apa Hasil Lokakarya?
- Teluk Dalam “Sehat” 2011 menurut Ka Dinkes adalah masyarakat mampu dan memiliki kemauan melakukan perilaku hidup sehat keluarga khususnya dalam perbaikan gizi anak. Posyandu merupakan program kesehatan berbasis masyarakat yang harus mendapatkan dukungan semua pihak mulai dari pemerintah kecamatan, desa, dan PKK.
- Pemerintah kecamatan dan desa mendesak pemerintah khususnya Dinkes untuk memastikan tenaga bidan tinggal di desa, pengadaan tenaga ahli gizi di Puskesmas dan peningkatan pelayanan kesehatan di desa melalui kunjungan regular dan pembangunan Pustu dan Poskesdes di wilayah yang selama ini kurang terjangkau.
- Pemerintah Kecamatan dan Desa mendukung dibentuknya Tim Kesehatan Desa yang bertanggung jawab dalam perencanaan, pengawasan kegiatan kesehatan desa, melakukan koordinasi dan advokasi ke berbagai pihak terkait, melakukan mobilisasi masyarakat untuk berperan serta secara aktif dalam program kesehatan.
- Adanya dukungan dan komitmen Pemerintah Kecamatan dan Desa dalam pelaksanaan program kesehatan berbasis masyarakat khususnya kegiatan “pos gizi”, namun diharapkan SurfAid mengembangkan program lain khususnya untuk perbaikan gizi ibu hamil, air bersih dengan tetap memperhatikan aspek kesinambungan program.
- SurfAid diharapkan meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya para ibu mengenai pentingnya gizi dan pengenalan berbagai makanan bergizi yang ada di Nias dan cara pengolahan makanan bergizi.
- Ditegaskan pula oleh Declan Hearne bahwa SurfAid tidak dapat memberikan insentif kepada relawan dan kader karena tidak dapat berkesinambungan jika SurfAid berhenti. Pemda dan Dinas kesehatan tidak mengalokasikan dana insentif kepada para kader. Para Camat dan Kepala Desa bersama tokoh masyarakat dan SurfAid perlu mengembangkan suatu sistem penghargaan yang efektif dan berkesinambungan bagi kader yang telah bekerja keras.
- Diharapkan peran aparat desa dalam sosialisasi fasilitas rawat jalan di Puskesmas, pembagian kartu Jamkesmas kepada yang layak mendapatkan.
Apa Saja Peranan dan Tanggung Jawab Masing-Masing Pihak?
| MASYARAKAT | ||
| Pengasuh/Peserta PG | Kader PG | Tokoh Masyarakat |
| 1. Hadir setiap hari selama 12 hari berturut-2 (sekitar 2 jam/hari) 2. Membawa kontri busi bahan makanan PD 3 Terlibat dalam seluruh kegiatan praktek di PG | 1. Membimbing, mendorong dan mengawasi peserta PG dalam berbagai kegiatan praktek 2. Menyampaikan pesan kesehatan dan gizi 3. Melakukan Penimbangan | 1. Mendukung dan berkontribusi dalam kegiatan PG 2. Memobilisasi masyarakat agar mendukung dan ikut berkontribusi 3. Mengawasi jalannya kegiatan PG 4. Memastikan adanya kegiatan posyandu 5. Memfasilitasi keluarga untuk memeriksakan kesehatan ke petugas atau puskesmas jika menderita penyakit |
| PUSKESMAS/PUSTU | SURFAID | |
| 1. Melakukan pemeriksaan kepada peserta 2. Memastikan peserta telah mendapatkan imunisasi lengkap, vit A, obat cacing, zat besi, pemeriksaan ibu hamil sesuai standar 3. Menyediakan materi dan menyampaikan penyuluhan 4. Memastikan kehadiran petugas pada setiap hari H posyandu. 5. Melakukan pelatihan kader PG | 1. Menyediakan perlengkapan PG dan peralatan masak-memasak. 2. Bersama Puskesmas melakukan pelatihan kader 3. Memberikan pelatihan Kader PG 4. Memantau pelaksanaan PG |
Apa Rencana Tindak Lanjut?
Tokoh Masyarakat
- Memobilisasi masyarakat untuk ikut posyandu, imunisasi dan pos gizi pada tanggal 9 November (Hilitobara)
- Memobilisasi ibu-ibu pengasuh untuk hadir di PG tanggal 17 November (Hilitobara)
- Penyuluhan Gizi tanggal 12 Nopember (Hilitobara)
- Mengawasi kader PG (ketika PG berjalan)
- Menyediakan bahan dan perlengkapan PG (ketika PG berjalan)
Puskesmas /Pustu
1. Penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan kepada bayi, balita dan ibu hamil (Hilitobara)
2. Pemberian Vitamin A dan obat cacing kepada balita setiap bulan Februari dan Agustus (Hilitobara dan desa lainnya)
3. Memberi Penyuluhan Gizi dan mendampingi kader
SurfAid
1. Pelatihan kader PG/pertemuan KPK tanggal 7 November (Hilitobara)
2. Pertemuan ibu-ibu peserta PG tanggal 11 November (Hilitobara)
3. Pos Gizi dimulai tanggal 17 November (Hilitobara)
4. Evaluasi Pos Gizi tanggal 24 November (Hilitobara)
5. Menyediakan buku panduan PG dan perlengkapan PG termasuk Megapon
Apa Kekuatan PD-Pos Gizi ?
Bahwa solusi atas masalah kekurangan gizi sebesar 37% di wilayah ini sebenarnya sudah ada yaitu sebesar 63% di setiap kelompok masyarakat tersebut dan hanya perlu menemukan strateginya melalui suatu penyelidikan PD.
Cepat karena semua keluarga dengan anak kurang gizi diikutkan dalam pos gizi untuk praktek masak-memasak, cuci tangan, sikat gigi, gunting kuku, memberi makan secara aktif, dll, dan ketika kembali ke rumah mempraktekkan berbagai pesan kesehatan
Murah karena para pengasuh membawa kontribusi bahan makanan lokal yang tersedia dan sudah terbukti bahwa jenis makanan tersebut telah menyebabkan anak sehat karena lebih sering diberikan, lebih banyak porsi yang dimakan dan bervariasi dari hari ke hari.
Berkesinambungan karena berbagai kebiasaan baru yang dipraktekkan di rumah akan menjadikan suatu perilaku hidup sehat keluarga sehingga anak yang akan lahir kemudian tidak mengalami kekurangan gizi.
Masyarakat Termobilisasi karena dengan kesadaran dan komitmen bersama masyarakat akan saling mengasihi, peduli dan berbagi sebagai suatu budaya yang telah diterima oleh semua pihak.
Apa Tujuan Pos Gizi?
1. Merehabilitasi anak-anak malnutrisi
2. Mempertahankan status gizi baik dengan melakukan kebiasaan baru di rumah
3. Mencegah terjadinya anak malnutrisi di masa yang akan datang
Apa yang Harus Kita Lakukan Hari Ini?
NAMA ANAK ITU ADALAH
“HARI INI”
Kita mempunyai banyak kesalahan,
tetapi kesalahan kita terbesar adalah
menelantarkan anak-anak sebagai kehidupan masa depan
Kebutuhan kita dapat ditunda tetapi
kebutuhan anak tidak dapat ditunda.
Saat ini merupakan waktu terbentuknya
tulang- tulang mereka, darah mereka sedang dibuat,
perasaan mereka sedang berkembang
Bagi mereka kita tidak dapat menjawab “besok”
Nama mereka adalah “ hari ini”
Nama Anak itu adalah “Hari Ini”
oleh Gabriele Mistral (Pemenang hadiah Nobel di bidang puisi dari Chili)
0 komentar:
Poskan Komentar