Selasa, November 18, 2008

Positive Deviance Inquiry

Dalam rangka mengurangi angka gizi buruk di empat kecamatan dampingan (Teluk Dalam, Afulu, Sirombu, dan Alasa), SurfAid International mengadakan pendekatan Positive Deviance (PD) dan Pos Gizi.

PD & Pos gizi merupakan pendekatan yang sukses dalam mengurangi angka kekurangan gizi. Model pendekatan PD dan Pos gizi telah terbukti sukses diterapkan untuk pertama kali di wilayah Asia yakhi di Vietnam pada tahun 1990. Pada tahun-tahun selanjutnya, metode ini mulai diadopsi di negara-negara lain seperti Haiti, Bangladesh, dan Thailand.

Program PD merupakan sebuah pendekatan untuk mengidentifikasi/mempelajari berbagai perilaku dari ibu atau pengasuh yang memiliki anak bergizi baik tetapi dari keluarga kurang mampu. Dalam sebuah daerah yang tertinggal sekalipun pasti akan didapatkan kasus seperti ini. Dari cara memberi makan anak, perawatan, pengasuhan dan menjaga kebersihan anak mereka kita belajar. Karena dialah orang yang sukses mengatasi masalah gizi secara sederhana. Mengapa? Karena seharusnya orang miskin akan mengalami kasus gizi kurang. Tetapi pada kasus deviasi positif hal ini tidak berlaku.

Sebagai contoh kasus, di Vietnam, para penduduk lokal yang telah dilatih mengindentifikasikan keluarga-keluarga yang sangat miskin namun memiki anak dengan gizi baik. Orang-orang yang telah dilatih ini pergi ke rumah-rumah mereka untuk mempelajari perilaku unik yang membuat mereka memiliki anak yang lebih sehat daripada tetangganya. Ternyata ditemukan bahwa pada setiap keluarga miskin dengan anak bergizi baik, sang ibu atau pengasuh mengumpulkan daun-daun ubi dan pergi ke sawah untuk mengumpulkan udang dan kepiting kecil sebagai tambahan makanan anak. Berdasarkan penemuan-penemuan ini, sebuah program pendidikan dan rehabilitasi gizi (Pos gizi) dapat dikembangkan. Ibu atau pengasuh dari anak yang mengalami kekurangan gizi diundang untuk menghadiri kegiatan Pos Gizi dan belajar mengasuh anak dari tetangganya yang anaknya tidak kurang gizi. Program ini ternyata berhasil. Dari sekitar 700 anak bergizi buruk yang mengikuti program ini, ternyata 95% berhasil keluar dari status gizi buruk setelah dua tahun kemudian dipantau ulang. Tingkat kemajuan tersebut didapat saat melakukan observasi selama 14-23 bulan setelah mengikuti Pos gizi.

Berdasarkan contoh di Vietnam, maka pada saat ini staf Surfaid sedang diarahkan untuk mengadakan penyelidikan atau pencarian data (PDI = PD Inquiry = penyelidikan penyimpangan positif) untuk menemukan kebiasaan-kebiasaan unik di masyarakat desa terutama dari keluarga pra-sejahtera, namun kebiasaan atau perilaku tersebut sangat baik untuk ditiru demi peningkatan gizi anak.

Apabila kebiasaan-kebiasaan ini telah ter-identifikasi maka pendekatan selanjutnya adalah dengan mendirikan pos gizi. Pada pendekatan pos gizi, para kader, relawan dan ibu balita/pengasuh anak-anak kurang gizi mempraktekkan berbagai perilaku dalam hal memasak, pemberian makan, kebersihan dan pengasuhan anak yang telah terbukti berhasil dalam meningkatkan kembali gizi anak-anak sebagaimana yang dilakukan oleh keluarga-keluarga pelaku penyimpangan positif.

Untuk menentukan status gizi anak, maka perlu diadakan penimbangan berat badan dengan menggunakan tabel NCHS - Z score berdasarkan berat badan per umur. Penimbangan badan dilakukan pada semua balita yang ada di suatu desa, tanpa terkecuali (screening) sehingga diperoleh data pasti jumlah anak penderita gizi buruk. Lalu dilakukan mapping untuk menandai letak dimana terdapat kasus gizi buruk yang akan memudahkan dalam menentukan posisi strategis pengadaan Pos Gizi. Posisi strategis dimaksud untuk memudahkan akses peserta untuk datang ke Pos Gizi yang akan dibentuk.

pembahasan lebih lanjut mengenai Positive Deviance dan Pos Gizi klik disini

Tidak ada komentar: