Minggu, Mei 18, 2008

Workshop Revitalisasi Posyandu



Untuk menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah Kabupaten Nias dan Nias Selatan dalam upaya revitalisasi posyandu di daerah sasaran program Surfaid International, tanggal 14 & 16 Mei 2008 lalu Surfaid International mengadakan workshop yang bertemakan Revitalisasi Kesehatan Masyarakat ”Hubungan Berkualitas, hasil Berkualitas”.

Surfaid menyadari bahwa merubah kesehatan masyarakat melalui revitalisasi posyandu dan kesehatan harus didukung sepenuhnya oleh pemerintah Kabupaten Nias sehingga dalam pelaksanaannya ke depan tidak mendapat kendala terutama terkait masalah prosedur/birokrasi. Workshop yang diadakan di Gunung Sitoli dan Teluk Dalam ini dihadiri oleh kepala dinas maupun perwakilan instansi terkait seperti kepala Puskesmas, PKK, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian & KPIPPK, dan BPM.

Wokshop tersebut diawali dengan presentasi dari pihak Surfaid yakni Declan Hearne (Program Manager Nias) dan Bapak Saiful Sofjan (Konsultan CBHP) mengenai hasil KAP survey yang telah diadakan di empat kecamatan yakni Teluk Dalam, Sirombu, Afulu dan Alasa. Survey KAP (Knowledge, Attitude, Practice) diadakan oleh Surfaid International dengan memakai jasa SEAMEO-TROPMED RCCN-UI, sebuah lembaga independent, untuk mengukur pengetahuan, perilaku dan praktek kesehatan sehari-hari yang terjadi di tingkat masyarakat Nias. Berdasarkan hasil Survey KAP diperoleh kesimpulan bahwa tingkat kesehatan masyarakat harus lebih ditingkatkan.

Usai penjelasan mengenai hasil KAP Survey, kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang membahas data-data hasil dari KAP survey dan mencari solusi dari setiap permasalahan yang ada. Para peserta dibagi ke dalam 3 kelompok diskusi yang masing-masing membahas tiga topik diskusi yang berbeda. Topik yang dibahas adalah mengenai rencana aksi untuk revitalisasi posyandu, rencana aksi untuk struktur dasar desa (PKK, LKMD, TKD, dll), dan rencana aksi untuk ketahanan pangan di masyarakat.

Hasil diskusi dan pembahasan ini diharapkan untuk ditindaklanjuti oleh masing-masing pihak. Surfaid sebagai lembaga non pemerintah akan membantu mensosialisasikan tentang revitalisasi Posyandu di desa-desa dampingan dengan dukungan sepenuhnya dari dinas-dinas pemerintah terkait dan juga tokoh masyarakat.

Kamis, Mei 01, 2008

Perkenalan: SurfAid International dan CBHP


SurfAid International adalah lembaga kemanusiaan nirlaba yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat yang tinggal di daerah terpencil yang memiliki hubungan dengan SurfAid melalui kegiatan selancar.

Pada dasarnya SurfAid berawal dari dukungan dunia selancar internasional, baik dari segi pendanaan maupun dari segi strategi dan moril. SurfAid didirikan pada tahun 1999, yang bertujuan untuk menanggapi kebutuhan masyarakat Mentawai dan Nias dengan cara profesional, terbuka dan pemberdayaan masyarakat.

Pada kejadian bencana alam tsunami yang melanda Nias pada akhir Desember 2004, SurfAid turut mengambil bagian dalam upaya memberikan bantuan di bidang kesehatan. SurfAid membentuk dan menggerakkan Tim Darurat penanggulangan bencana. Tim darurat ini mendirikan klinik keliling yang bertujuan melakukan pencegahan penyakit yang mungkin timbul di masyarakat Nias melalui kegiatan yang berfokus pada gizi, imunisasi dan malaria. Sejak kejadian ini , SurfAid membuat komitmen jangka panjang untuk terus bekerja di Kepulauan Nias dan mulai merancang strategi jangka panjang dan pelaksanaannya. Ketika Nias dilanda gempa bumi pada tanggal 28 Maret 2005, SurfAid dalam posisi siap membantu dengan melakukan kegiatan operasi tanggap darurat skala besar, seperti operasi pencarian korban, penyelamatan korban dan penyebaran bantuan darurat seperti makanan, pakaian dan kelambu.

Filosofi pembangunan SurfAid adalah ‘membantu, bukan memberi’. SurfAid membantu masyarakat agar dapat menjaga dan memelihara kesehatannya.

Dengan mendorong keikutsertaan masyarakat, SurfAid bertujuan memberdayakan masyarakat dan mengembangkan program kesehatan berbasis masyarakat (CBHP = Community Based Health Program) seperti pengendalian penyakit malaria, peningkatan status gizi masyarakat, kebersihan dan sanitasi lingkungan dan menurunkan angka kematian penderita penyakit khususnya penderita penyakit saluran pernafasan dan diare yang sering terjadi di masyarakat.

Salah satu program yang dilaksanakan adalah pemberdayaan masyarakat lokal untuk tetap melakukan peningkatan kesehatan dan mutu hidupnya secara mandiri. Program ini dirancang dengan bekerja bersama pemerintah daerah dan LSM bertujuan untuk membawa terjadinya perubahan secara tetap sehingga nantinya memiliki program kesehatan dan memastikan bahwa peningkatan kesehatan tetap ada setelah program selesai.